
Dalam dunia akademik, kita sering mendengar istilah “review paper” dan “systematic review.” Keduanya memang sama-sama membahas literatur yang sudah ada, tapi sebenarnya memiliki pendekatan dan tujuan yang cukup berbeda. Nah, buat kamu yang sedang berkutat di dunia penelitian atau sekadar ingin tahu lebih dalam, artikel ini akan membahas secara lengkap tentang perbedaan review paper dan systematic review. Disampaikan dengan bahasa yang santai dan mudah dicerna, tapi tetap padat dan berbobot.
Review paper, atau disebut juga narrative review, adalah jenis tulisan ilmiah yang menyajikan ringkasan dari berbagai penelitian sebelumnya tentang satu topik tertentu. Penulis biasanya memilih studi yang dianggap relevan, kemudian menyusun narasi berdasarkan interpretasi mereka sendiri.
Biasanya review paper ditulis oleh peneliti yang telah lama berkecimpung dalam bidang tersebut. Tujuannya? Untuk memberikan gambaran umum atau insight atas perkembangan riset dalam area tertentu.
Systematic review adalah jenis publikasi ilmiah yang menggunakan pendekatan yang lebih ketat dan terstruktur dalam mengulas literatur. Ini bukan sekadar menceritakan kembali, tapi benar-benar menyaring dan mengevaluasi studi-studi yang memenuhi kriteria tertentu.
Systematic review sangat dihargai dalam komunitas ilmiah karena dianggap lebih objektif dan transparan.
Aspek | Review Paper | Systematic Review |
---|---|---|
Tujuan | Menyediakan ringkasan naratif | Menganalisis literatur secara sistematis |
Metode | Tidak baku | Mengikuti protokol khusus |
Pencarian Literatur | Tidak selalu lengkap | Strategi pencarian terstruktur |
Objektivitas | Subjektif | Objektif dan transparan |
Penggunaan Data | Umum dan luas | Terfokus dan terdokumentasi |
Waktu Pengerjaan | Relatif cepat | Membutuhkan waktu lebih lama |
Pengaruh Bias | Lebih besar | Minim karena metode yang sistematis |
Jika kamu ingin memberikan gambaran umum tentang suatu topik atau memperkenalkan pembaca terhadap konsep tertentu, maka review paper adalah pilihan yang tepat. Misalnya, ketika ingin mengulas tren atau perkembangan teknologi dalam bidang tertentu dalam lima tahun terakhir.
Systematic review cocok digunakan saat kamu ingin menyusun dasar teori yang kuat untuk penelitian lebih lanjut atau bahkan kebijakan publik. Karena metodenya ketat dan minim bias, hasil dari systematic review sering kali dijadikan rujukan utama dalam penelitian lanjutan.
Kelebihan:
Kekurangan:
Kelebihan:
Kekurangan:
Menulis review paper maupun systematic review punya tantangan masing-masing. Untuk review paper, tantangan utamanya adalah bagaimana menyusun narasi yang menarik dan berbobot, tanpa terjebak dalam opini pribadi yang terlalu kuat.
Sementara itu, menulis systematic review menuntut peneliti untuk sangat teliti, sabar, dan konsisten dalam menjalankan protokol. Proses screening literatur bisa memakan waktu berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.
Dalam praktiknya, tidak sedikit penulis yang menggabungkan gaya review paper dan systematic review. Misalnya, dengan tetap menggunakan struktur naratif, tapi melakukan pencarian literatur dengan metode yang lebih transparan. Meskipun tidak menjadi systematic review secara formal, pendekatan ini bisa memperkuat kualitas tulisan.
Perbedaan review paper dan systematic review tidak hanya soal struktur penulisan, tapi juga menyangkut metode, tujuan, dan cara berpikir ilmiah. Keduanya punya tempat masing-masing dalam dunia akademik. Jadi, sebelum mulai menulis, pastikan kamu sudah tahu jenis tulisan mana yang paling sesuai dengan tujuanmu.
1. Apakah review paper bisa diubah menjadi systematic review? Secara teknis, tidak bisa langsung diubah. Systematic review membutuhkan metodologi sejak awal yang tidak bisa disisipkan belakangan.
2. Apakah review paper lebih mudah ditulis daripada systematic review? Umumnya iya, karena tidak perlu prosedur yang rumit. Tapi tetap butuh riset mendalam dan wawasan luas.
3. Apakah systematic review harus didaftarkan ke PROSPERO? Idealnya iya, terutama untuk bidang kesehatan, agar ada transparansi dan terhindar dari duplikasi.
4. Apakah kedua jenis tulisan ini bisa dijadikan dasar penelitian? Bisa, tapi systematic review lebih sering digunakan sebagai dasar untuk studi lanjutan.
5. Mana yang lebih sering diterbitkan oleh jurnal bereputasi? Keduanya punya peluang, tapi systematic review sering dianggap lebih kredibel karena metodenya yang ketat.